Entah sejak kapan tepatnya saya jadi (lebih) sering ditemani secangkir white coffee dikala ngobrol sendiri.

3 Sep 2015

Sesaat di Pagi Hari

Have a great morning mommies. 

Pagi ini saya bangun lebih awal dari biasanya. Pak suami ada keperluan extra, jadi pagi-pagi kudu sampe kantor. Anak-anak juga ikutan bangun lebih awal dari biasanya. Hehehe which is bagus karena ga perlu bangunin mereka untuk pergi sekolah, karena sometime memakan waktu dan memncing emosi bangunin mereka di pagi hariπŸ˜…. Khas anak-anak lah. Setelah Utek-utek di dapur siapin sarapan, saya ada waktu untuk update blog. Meluncurlah tulisan iniπŸ˜‰. 

Setelah suami berangkat saya mulai menyiapkan anak-anak untuk mandi dan berangkat sekolah. Sepulang dari mengantar anak-anak, saya mampir ke tukang sayur langganan saya. Belanja bahan untuk bikin sayur lodeh tanpa santan dan ikan asin. Yummy. Saya ingat dirumah masih ada ayam dan tahu yang kemarin saya masak dengan bumbu ungkep. Jadi saya beli sayur sawi untuk sayur anak-anak. 

Rencananya hari ini masak sayur lodeh, Sambel tempe, ikan asin goreng untuk saya dan suami. Cah sawi dan ayam goreng untuk anak-anak. Sippp. Sudah lapar bayanginnya. Sampe rumah, saya beres-beres, sarapan dan duduk manis dengan masker bengkoang menghiasi wajah sambil meneruskan tulisan ini. Selamat beraktivitas mommies. πŸ˜€


--Ta--
0

1 Sep 2015

Person With No Identity

Banyak hal yang berhubungan dengan birokrasi pemerintah membuat saya malas. Ini kejadian saat membuat KTP.

Dua minggu lalu saya mengajukan permohonan KTP baru. Karena yang lama sudah habis masa berlakunya. 

Saya melalui prosedur lapor ke RT, RW, Kelurahan. Semua bisa saya selesaikan dengan sekali jalan dalam sehari. 

Selanjutnya adalah di kecamatan. Saya sampai kecamatan sudah agak siang, sekitar jam 10.00 WIB.

Saat sampai kemudian saya bertanya kepada salah satu petugas mengenai keperluan saya. Petugas tersebut menunjuk sebuah ruang dengan pintu kaca berwarna gelap. 

Saya memasuki ruang tersebut dengan melalui pintu yang ditunjuk petugas tadi. Sepintas saya membaca tulisan yang ditempel di pintu itu. Jam pelayanan : Senin-kamis pukul 07.00-14.00, Jumat : saya lupa detailnya tapi lebih kurang sama, hanya waktu istirahat lebih lama, nalar saya karena sholat Jumat. Make sense. 

Begitu saya masuk saya lihat ada dua line antrian yang terpampang di layar. Saya menuju sebuah box untuk mengambil nomor antrian. Bayangan saya seperti sedang mengantri di salah satu bank. Which is good. Setengah jam saya duduk. Belum tiba giliran nomor saya untuk mendapat pelayanan. 

https://sitapunyacerita.blogspot.com/2015/09/person-with-no-identity.html
source : pexel.com


Saya tunggu beberapa saat lagi. Saya putuskan pergi karena saya harus menjemput anak-anak pulang sekolah.

Keesokan harinya saya kembali mengantri. Kali ini saya datang lebih awal. Sekitar jam 8 saya sudah tiba disana. Seperti hari kemarin, saya mengambil nomor antrian. Nomor 16, kemudian melirik layar diatas konter petugas. Tertera angka 05. Okay good, I dont need to wait too long, batin saya.

Saya memilih salah satu kursi di barisan dua. Saya mengeluarkan novel romantis karya teman saya dari dalam tas.  Iya salah satu teman SD saya sekarang menjadi penulis novel disela kegiatan kantornya. Talented woman. 

Hampir satu jam berlalu, di layar konter menunjukkan angka 6. Whaatt, masak baru satu nomor yang dilayani semenjak saya duduk disini. Saya mulai gelisah, bete rasanya saya membayangkan pulang tanpa hasil seperti kemarin.

Saya mulai berdiri dan menuju salah satu petugas bla, bla, bla saya bertanya dan jawabannya "Ya tunggu sampai nomor antriannya dipanggil." Batin saya, what's goin' on? Apa yang mereka lakukan, satu jam hanya 1 nomor yang dilayani.

Akhirnya penantian saya berbuah hasil. Nomor saya dipanggil. Saya maju menyerahkan berkas, menunggu sesaat. Petugas keluar dengan selembar kertas berisi keterangan bahwa saya sedang proses membuat KTP. Saya terima lembar itu. Saya diminta untuk mencantumkan nomor telepon saya, dengan alasan apabila KTP sudah jadi saya akan dihubungi oleh petugas. Saya tulis deretan angka di kolom yang diminta. Saya kemudian bertanya, kapan perkiraan jadinya. "Ya tunggu di telp mbak". Petugas itu menjawab. "That's all?!!" asli saya pengen kunyah tuh kertas didepan petugasnya. 

Dua minggu berlalu, saya tetap belum dapat kabar dari petugas yang berjanji menelepon saya. Masuk minggu ketiga saya udah gatel aja. Rasanya pengen nonjok orang. 

Dan akhirnya saya mantapkan hati untuk bertanya melalu telepon ke kantor kecamatan. Terjadilah dialog yang intinya saya menanyakan apakah KTP saya sudah jadi. Dan petugas menjawab belum. 

Kembali saya tanya perkiraan kapan jadi. Petugas menjawab, "Belum tahu karena sistemnya putus tidak bisa mencetak KTP." Ditambah pula dengan kata-kata "Ini seluruh Indonesia mbak." Gilak ini deh model kek senar layangan aje nih pake alesan putus.

"Minggu depan mbaknya telp lagi aja." Ngelus dada. Kemaren janjinya saya yang mau ditelepon. Omigosh. Edan, perkara KTP udah jadi isu nasional inih. Pak Jokowi tulung dong, sampai kapan saya kesana kemari tanpa identitas diri.


-Penikmat Semesta-


Disclaimer : ini tulisan saya tahun 2015. Apa di 2020 masih begini juga? Saya harap tidak ya!

0

21 Mar 2015

DIY

DIY, akronim kata Do It Yourself, kata yang akrab bagi yang suka utak-atik barang lama jadi barang baru yang menambah personalitas suatu barang karena dimodifikasi sendiri sesuai keinginan crafternya dan bisa juga diartikan mengubah fungsi suatu barang menjadi barang lain.
Atau yang suka membuat sesuatu dari bahan-bahan yang ada menjadi sesuatu yang unik dan berguna. Saya termasuk yang suka mengutak-atik bahan-bahan menjadi sesuatu yang bisa dipakai. Seringnya adalah aksesoris, seperti gelang, kalung atau aksesoris hijab. Kreasi saya lumayan banyak, layak jual dan ada beberapa dari mereka yang sudah laku dijual. Misalnya kalung-gelang twisted diatas, idenya dari aksesoris yang pakenya dililit-lilit jadi seperti tumpuk-tumpuk. keren, karena bisa kita pake sebagai kalung atau gelang. Style kita jadi terlihat personal kan.
0

Mencoba Peruntungan di Dapur

Beberapa hari lalu gua tertarik untuk mencoba resep kue yang gua dapat dari hasil googling. Resep yang gua coba adalah brownies kukus dan donat. Hahaha. Gua dapet resep yang simpel dan irit bahan. Semangat, dua hari berturut-turut gua coba peruntungan gua di dapur. hari pertama adalah project brownies kukus, dengan hanya berbekal terigu, coklat leleh, cokelat bubuk, soda kue. Gua pedein diri dengan harapan hasil yang yummy. Adonan ready, gua tuang di loyang terus masuk ke kukusan yang udah panas. Voila. Jadi. Rasa? Lumayan tidak sesuai harapan. Tapi kata anak gua. Enak. Terharu. pake embel-embel "kapan-kapan bikin lagi ya mommy!" Hari kedua, donat. Mumpung semangatnya masih membara. Kali ini gua juga dapat resep yang simpel. Tepung pake satu macam aja, di beberapa resep yang saya temukan ada juga yang pake dua jenis tepung. Susu cair, fermipan dan mentega instead of margarin. Dan Adonannya ga pake di uleni tangan cukup pake dua buah sendok untuk mencetak. Voila jadinya donat ya bundar-bundar kaya bola pingpong. Alhamdulilah anak-anak juga suka. Pas banget ada temannya gendis anak pertama gua yang lagi main ke rumah. Pulangnya gua bawain donat pingpong selusin. alhamdulilah si ibu juga suka. Enak katanya. Terharu. Lagi.
0

Januari yang Biru

Hi, what's up dude? How's January? Hopefully great for starting 2015. Mine? Great also, still blessed with my tiny little family 😜. I wrote about our new house, yes its finishing right now. Little bit slowly but we hope still in line with our time schedule. Aamiin. 

I'm gonna tell about my exercise. It's good, stay consistent and discipline hahaha yes I know that's a hard part. Challenging when you have to compete with yourself.

Someday when I will go to the pool, my son said. "Mommy, don't go to the pool. I love your belly fat" LOL. 
.
0

15 Jan 2015

Happy New Year 2015

Goodbye 2014.
Welcome 2015...
Apa resolusi tahun ini kawan?

Berat badan 60kg πŸ˜‡
Sepertinya itu goal saya tahun 2014 lalu πŸ˜„

Tahun ini menjadi starting goal-goal saya. Aamiin.
Rumah baru ✔️ alhamdulilah tahun ini kami telah mendapatkan rumah tinggal idaman kami, KPR sudah disetujui bank dan Senin 19 jan kami, saya dan suami akan ke bank untuk menandatangani beberapa dokumen persetujuan pemberian kredit. Bismillah, selanjutnya adalah mewujudkan impian kami pada interior design nya. Semoga Allah melancarkan rezeki kami. Aamiin.

Tahun ini gendis TK B dan ranu mulai belajar sekolah di playgroup 😍 semoga diberi kelancaran untuk dapat sekolah yang bagus dan cocok untuk anak-anak. 

Tahun ini adalah tahun "belanja" untuk keluarga kami. Semoga Allah memberi kelancaran semua urusan kami ini. Aamiin.
0

4 Okt 2014

Makan sampah

Beberapa hari kemarin saya pengennnn banget makan krengsengan. Tapi krengsengan ini saya masaknya pakai jeroan ayam yaitu ati dan ampela. Kangen masakan di warung langganan saya waktu kuliah dulu hehehe. Jadinya pagi-pagi saya udah belanja bahan, karena Pak suami lagi dinas luar kota saya beli jeroannya cuma 1/4kg aja, secara yang makan cuma saya aja. Krengsengannya seuprit saya pake bumbu instan langsung pake yang saya beli di tukang jual sayur keliling.

Begini krengsengan ala saya, pertama Jeroan ayam saya bersihkan dan saya potong jadi dua supaya ga kegedean. Terus saya goreng sebentar. Sisihkan. Setelah itu saya oseng bumbu instannya setelah harum(sebentar saja karena pada dasarnya bumbu instan itu udah matang) baru saya masukkan jeroan yang sudah saya goreng tadi. Tambah sedikit air rebus sampe bumbu meresap ke dalam daging jeroan. Angkat. Nikmati dengan nasi hangat. Leker bener dah. Selamat mencoba.

Kontroversi jeroan (duh bahasa saya seperti sedang membahas Jupe ato Depe), bagi sebagian orang makan jeroan sungguh sangat nikmat dan menggugah selera namun sebagian orang juga menganggap makan jeroan sebagai makan sampah karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti kolesterol. 

Saya sendiri beranggapan makan apapun kalo pada porsinya alias tidak berlebihan akan baik-baik saja. Dan alhamdulilah saya tidak ada pantang makanan apapun. Suatu kenikmatan yang saya sangat syukuri.

So, yumare sesekali makan jeroan ;)
0